Hallo... MAKASSAR. APA KAREBA...

Kami datang untuk membantu anda dalam mengatasi permasalahan air di lingkungan anda. Dan juga membantu para wirausahawan membuat bisnis baru bidang air minum

HATI-HATI PENYEBARAN VIRUS CORONA COVID-19 HINDARI KONTAK DENGAN BANYAK ORANG DAN PAKAI MASKER JIKA KELUAR RUMAH

TOKO DAN KONSULTAN FILTER AIR

Kamis, 03 September 2020

OBAT ANTI COVID-19

OBAT ANTI COVID-19

Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa MASKER adalah pelindung utama dari Covid-19...
Simak video berikut ini untuk lebih jelas.
Pahami dan Lakukan



Berikut kreatif dari para netizen untuk tidak mengabaikan ajakan untuk memekai masker :



 

Rabu, 26 Agustus 2020

Pipa PVC Sudah Ada Sejak Abad 19

Pipa PVC Sudah Ada Sejak Abad 19

 


Tahukah Anda? Pipa PVC yang kita kenal saat ini tak lepas dari penemuan Henri Victor Regnault dan Eugen Baumann. Bagi Anda yang belum tahu, PVC merupakan singkatan dari Polyvinyl Chloride (IUPAC: Poli(kloroetanadiol)).

Sebelum penemuan pipa PVC oleh Henri Victor Regnault dan Eugen Baumann, sebenarnya pipa sudah ada sejak zaman Yunani Kuno. Saat itu, masyarakat menggunakan pipa logam karena kuat menahan benturan dan tekanan tinggi.

Teknologi pipa tersebut kemudian diadopsi oleh bangsa Romawi untuk menyalurkan air bersih ke pemandian umum, toilet, air mancur, rumah pribadi, pertanian, dan taman kota.

Namun, pipa logam memiliki banyak kekurangan. Teksturnya keras dan tidak lentur sehingga sulit untuk dirangkai, serta menjadikan air berbau logam. Pipa air pada zaman Romawi hanya berfungsi untuk memindahkan air dengan memanfaatkan gaya gravitasi bumi, dengan sedikit kemiringan ke bawah.

Pada tahun 1835, ahli kimia dari Prancis, Henri Victor Regnault, menemukan pipa PVC. Kemudian tahun 1872, Eugen Baumann juga menemukan pipa PVC. Namun, penemuan tersebut belum sempurna karena material yang digunakan keras dan tidak lentur.

Berlanjut pada awal abad ke-20. Kimiawan Rusia Ivan Ostromislensky dan ahli kimia Jerman Fritz Klatte dari Griesheim-Elektron mencoba menggunakan PVC untuk tujuan komersial. Namun, kesulitan pengkakuan bahan menghalangi usaha mereka.

Pada 1926, Waldo Semon dan perusahaan BF Goodrich Company dari Amerika Serikat mensintesis PVC. Hasilnya, PVC menjadi lebih fleksibel dan lebih mudah diproses. Mereka pun mengajukan permohonan paten di Amerika Serikat.

Sebagai informasi, dalam ilmu engineering, material dibagi dalam tiga kategori, yakni:

1. Thermoplastik Polymer (dapat didaur ulang)

2. Thermosetting Polimer (tidak bisa didaur ulang)

3. Elastomer

Thermoplastik Polymer dibagi menjadi dua turunan, yaitu:

1. Amorphous (struktur molekulnya acak): Acrylic, PVC, ABS, PS, PC

2. Crystallin (struktur molekulnya teratur): Polyester, Nylon, PE, PPR

Merujuk pada komposisi materinya, pipa plastik merupakan campuran dari polymer dan additive (jenis pipa plastik yaitu pipa PVC).

Itulah sebabnya mengapa pada awal penemuan pipa PVC mengalami kendala tidak lentur, keras, dan sulit dibentuk. Untuk membuat pipa PVC harus ditambahkan additive karena PVC murni tidak dapat diproses.

Sejak penyempurnaan pipa PVC menjadi lebih fleksibel dan lebih mudah diproses, pipa PVC mulai digunakan secara luas hingga hari ini. Pipa PVC menjadi favorit karena harganya terjangkau, mudah ditemukan di pasar, tahan korosi dan tahan terhadap bahan kimia, kuat dan tidak mudah pecah, multifungsi, tahan lama, serta mudah dirangkai.

Di Indonesia, pipa PVC dengan merk Rucika telah dikenal lebih dari 45 tahun lamanya. Pipa PVC Rucika dipercaya masyarakat akan kualitasnya dan tersebar luas di Nusantara.

Produk pipa Rucika sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk berbagai bangunan, perumahan, bahkan menyokong pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Dikutip dari : www.rucika.co.id

Kamis, 20 Agustus 2020

Virus corona: Dapatkah virus corona dibunuh dengan sinar ultraviolet?

 

Virus corona: Dapatkah virus corona dibunuh dengan sinar ultraviolet?

Hanya ada satu jenis ultraviolet andal yang dapat menonaktifkan Covid-19 - dan ini sangat berbahaya.

"Anda benar-benar akan menggoreng orang," kata Dan Arnold sambil tertawa

Arnold bekerja untuk UV Light Technology, sebuah perusahaan yang menyediakan peralatan disinfektan untuk rumah sakit, perusahaan farmasi dan produsen makanan di seluruh Inggris.

Baru-baru ini, ketika kecemasan global tentang Covid-19 telah mencapai puncak baru yang luar biasa, dia menerima beberapa permintaan yang tidak biasa.

"Kami mendapat pertanyaan dari seorang individu tentang peralatan kami. Ia mengatakan 'Baiklah, mengapa kami tidak membeli satu saja dari lampu UV Anda dan memasangnya di pintu supermarket - orang-orang dapat berdiri di bawahnya selama beberapa detik sebelum mereka masuk ke dalam," katanya.

Di antara banyak saran "kesehatan" yang saat ini ada di internet, gagasan bahwa Anda dapat mendisinfeksi kulit, pakaian, atau benda lain dengan sinar UV terbukti sangat populer.


Sinar matahari mengandung tiga jenis UV.

Di Thailand, sebuah perguruan tinggi dilaporkan telah membangun terowongan UV yang dapat dilalui oleh para siswa untuk mendisinfeksi diri mereka sendiri.

Jadi, apakah ini cara yang baik untuk melindungi diri Anda dari Covid-19?

Dan apakah benar karena "virus corona baru membenci matahari", sinar matahari akan segera membunuhnya, seperti yang dilaporkan beberapa media sosial?

Singkatnya: tidak. Inilah sebabnya.

Sinar berbahaya

Sinar matahari mengandung tiga jenis UV.

Pertama ada UVA, yang membentuk sebagian besar radiasi yang mencapai permukaan bumi.

UVA mampu menembus jauh ke dalam kulit dan dianggap bertanggung jawab atas 80% penuaan kulit, dari keriput hingga bintik-bintik penuaan.

Selanjutnya ada UVB, yang dapat merusak DNA di kulit kita, menyebabkan kulit terbakar dan akhirnya kanker kulit (baru-baru ini para ilmuwan telah menemukan bahwa UVA juga dapat menyebabkan ini). Keduanya cukup dikenal, dan dapat diblokir oleh krim matahari yang paling baik.

Ada juga tipe ketiga: UVC.

Dan apakah benar karena "virus corona baru membenci matahari", sinar matahari akan segera membunuhnya, seperti yang dilaporkan beberapa media sosial?

Bagian spektrum yang relatif tidak jelas ini terdiri dari panjang gelombang cahaya yang lebih pendek dan lebih berenergi. UVC sangat baik dalam menghancurkan materi genetik - baik pada manusia atau partikel virus.

Untungnya, sebagian besar dari kita tidak mungkin pernah berhadapan dengan UVC karena spektrum itu disaring oleh ozon di atmosfer jauh sebelum mencapai kulit kita yang rapuh.

Atau itulah yang terjadi, setidaknya, sampai para ilmuwan menemukan bahwa mereka dapat memanfaatkan UVC untuk membunuh mikroorganisme.

Sejak ditemukan pada tahun 1878, UVC yang diproduksi secara artifisial telah menjadi metode pokok sterilisasi - yang digunakan di rumah sakit, pesawat terbang, kantor, dan pabrik setiap hari.

 

UVCdisaring oleh ozon di atmosfer jauh sebelum mencapai kulit kita yang rapuh.

Yang terpenting, UVC juga penting untuk proses sanitasi air minum karena beberapa parasit resisten terhadap disinfektan kimia seperti klorin.

Meskipun belum ada penelitian yang melihat bagaimana UVC mempengaruhi Covid-19 secara khusus, penelitian telah menunjukkan bahwa UVC dapat digunakan terhadap virus corona lain, seperti Sars.

Radiasi melengkungkan struktur materi genetik mereka dan mencegah partikel virus membuat lebih banyak salinan dari diri mereka sendiri.

Akibatnya, UVC terkonsentrasi sekarang berada di garis depan dalam pertarungan melawan Covid-19.

Di China, seluruh bus diterangi oleh cahaya biru suram setiap malam, sementara squat, robot pemancar UVC telah digunakan untuk membersihkan lantai di rumah sakit.

 

Di China, seluruh bus diterangi oleh cahaya biru suram setiap malam.

Bank bahkan telah menggunakan lampu dengan UVC untuk mendisinfeksi uang mereka.

Pada saat yang sama, pemasok peralatan UV telah melaporkan rekor penjualan, dan banyak yang segera meningkatkan produksi untuk memenuhi pesanan mereka.

Arnold mengatakan Teknologi UV Light telah kehabisan semua peralatannya.

Tapi ada peringatan utama.

"UVC adalah benar-benar jahat - Anda tidak boleh terkena sinar itu," kata Arnold. "

Diperlukan berjam-jam untuk dapat terbakar matahari dari UVB, tetapi dengan UVC dibutuhkan beberapa detik.

Jika mata Anda terbuka ... Anda tahu rasa silau yang Anda rasakan jika Anda melihat matahari? Seperti 10 kali rasanya, hanya setelah beberapa detik terpapar UVC. "

Untuk menggunakan UVC dengan aman, Anda membutuhkan peralatan dan pelatihan khusus.

Solusi sinar matahari?

Apakah UVA atau UVB akan berfungsi sebagai gantinya? Dan jika demikian, apakah ini berarti Anda dapat mendisinfeksi sesuatu dengan membiarkannya di bawah sinar matahari?

Jawaban singkatnya: mungkin - tetapi Anda tidak dapat bergantung padanya.

Di negara berkembang, sinar matahari sudah digunakan untuk mensterilkan air - bahkan direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Teknik ini dilakukan dengan menuangkan air ke gelas atau botol plastik bening, dan membiarkannya di bawah sinar matahari selama enam jam.

Cara itu diperkirakan bekerja dengan baik karena UVA di bawah sinar matahari bereaksi dengan oksigen terlarut untuk menghasilkan molekul tidak stabil seperti hidrogen peroksida, bahan aktif dalam banyak disinfektan rumah tangga, yang dapat merusak patogen.

Tanpa air, sinar matahari masih akan tetap membantu membersihkan permukaan - tetapi mungkin butuh waktu lebih lama dari yang Anda kira.

Masalahnya adalah kita tidak tahu berapa lama, karena penelitian terkait virus corona baru masih terlalu dini.

Penelitian tentang Sars - kerabat dekat Covid-19 - menemukan bahwa mengekspos virus ke UVA selama 15 menit tidak berdampak kemampuan virus itu untuk menginfeksi.

Namun, penelitian ini tidak melihat paparan yang lebih lama, atau UVB, yang diketahui dapat lebih merusak materi genetik.

Sebaliknya, virus lain mungkin memberikan beberapa petunjuk.

 

Di Brasil, peneliti menemukan bahwa jumlah kasus flu cenderung meningkat selama musim pembakaran, ketika ada lebih banyak asap di atmosfer dari kebakaran hutan 'mengencerkan' sinar UV.

Contohnya flu. Ketika para ilmuwan menganalisis catatan rumah sakit di Brasil, mereka menemukan bahwa jumlah kasus flu cenderung meningkat selama musim pembakaran, ketika ada lebih banyak asap di atmosfer dari kebakaran hutan 'mengencerkan' sinar UV.

Studi lain menemukan bahwa semakin lama partikel flu terpapar sinar matahari - dan semakin terkonsentrasi - semakin kecil kemungkinannya untuk tetap menular.


Sayangnya, penelitian itu mengamati flu yang melayang di udara, bukannya yang sudah mengering pada benda.

Tidak ada yang tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menonaktifkan Covid-19 dengan sinar matahari, atau kekuatan apa yang dibutuhkan.

Dan bahkan jika mereka melakukannya, jumlah UV di bawah sinar matahari bervariasi tergantung pada waktu, cuaca, musim, dan di bagian bumi mana Anda tinggal - terutama lintang mana - jadi ini tidak akan menjadi cara yang dapat diandalkan untuk membunuh virus.

Akhirnya, tak perlu dijelaskan lagi bahwa UV akan menyebabkan kerusakan kulit Anda dan meningkatkan risiko kanker kulit.

Dan begitu virus ada di dalam tubuh Anda, jumlah UV yang Anda dapatkan, tidak akan berdampak pada kondisi tubuh Anda.

Artikel ini pertama kali tayang dalam bahasa Inggris di BBC Future dengan judul Can you kill coronavirus with UV light?.

Tulisan ini sudah pernah tayang di www.BBC.com (2 April 2020)

Ditulis Oleh : 

  • Zaria Gorvett
  • BBC Future

 

Selasa, 11 Agustus 2020

Banjir Bandang Landa Sulsel, Pemerintah Turunkan 3 Ekskavator


Jakarta, Kompas.com. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) menurunkan sebanyak 3 unit eskavator atau alat berat untuk membersihkan material lumpur akibat darurat banjir bandang di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir Bandang Landa Sulsel, Pemerintah Turunkan 3 Ekskavator", Klik untuk baca: https://properti.kompas.com/read/2020/07/15/182144721/banjir-bandang-landa-sulsel-pemerintah-turunkan-3-ekskavator.
Penulis : Suhaiela Bahfein
Editor : Hilda B Alexander

Banjir bandang tersebut disebabkan oleh luapan air Sungai Masamba akibat curah hujan yang tinggi di hulu sungai. Luapan air sungai membawa material lumpur dan batang pohon berukuran besar sehingga menyebabkan akses Jalan Nasional Trans Sulawesi Palopo-Masamba menuju Kota Masamba terputus.

Banjir tersebut disertai lumpur setinggi 1,0 meter dan Bandar Udara Andi Jemma pun ikut tertutup material banjir bandang. 

Selain mengerahkan alat berat, Kementerian PUPR juga mengerahkan 1 Mobil Tangki Air berkapasitas 4.000 liter dan 10 unit Hidran Umum berkapasitas 2000 liter untuk membantu kebutuhan air bersih para pengungsi korban bencana banjir. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, dalam masa tanggap darurat, yang paling penting adalah ketersediaan prasarana dan sarana air bersih dan sanitasi untuk keperluan sehari-hari bagi para korban dan pengungsi. 

“Kami sangat memperhatikan dengan air bersih terutama di tempat-tempat pengungsian. Oleh sebab itu, kami juga manfaatkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) terdekat maupun IPA mobile untuk menyuplai air bersih, khususnya ke posko pengungsian”, ucap Basuki seperti dikutip dari laman Kementerian PUPR, Rabu (15/7/2020). 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Kementerian PUPR Adenan Rasyid mengatakan, untuk penanganan sementara mencegah kembalinya meluap air sungai, Kementerian PUPR menggunakan tanggul karung pasir (sandbag). 

Sementera itu, satu dari tiga ekskavator yang dikerahkan telah bekerja di lokasi bencana, sementara sisanya masih dalam perjalanan. “Untuk penanganan lebih lanjut kami sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak diantaranya dengan Bupati Luwu Utara dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan Kementerian PUPR," ucap Adenan. 

Hingga kini, Kementerian PUPR bersama tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas dan BPBD masih bekerja sama untuk melakukan pendataan kerusakan dan korban yang diakibatkan banjir bandang tersebut, serta mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Selain itu tim gabungan juga masih mencari korban yang hilang terseret banjir bandang tersebut. Saat ini, sebagian warga pun telah diungsikan ke kantor Bupati dan sejumlah kantor dinas yang berada di ketinggian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banjir Bandang Landa Sulsel, Pemerintah Turunkan 3 Ekskavator", Klik untuk baca: https://properti.kompas.com/read/2020/07/15/182144721/banjir-bandang-landa-sulsel-pemerintah-turunkan-3-ekskavator.
Penulis : Suhaiela Bahfein
Editor : Hilda B Alexander

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Dikutip dari Kompas.com 15/07/2020

Minggu, 19 Juli 2020

COVID-19 MEMPERBURUK MASALAH KETERSEDIAAN AIR DUNIA

COVID-19 Memperburuk masalah ketersediaan air dunia

Pandemi COVID-19 akan pasti menunda tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yang dicanangkan oleh PBB sebagai upaya berskala global untuk meningkatkan kualitas hidup miliaran orang di seluruh dunia, yang diharapkan dapat tercapai pada tahun 2030.

Peningkatan akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan salah satu di antara 17 tujuan SDGs. Akses terhadap air bersih memang sangat penting dalam kondisi normal sekalipun, apalagi pada masa pandemi.

Maka, kita harus memikirkan kembali apa saja cara yang dapat dilakukan agar tujuan-tujuan pada SDGs dapat tercapai. Untuk soal air bershi, kita semua harus berhenti memandang masalah ini hanya terjadi di negara berkembang – kelangkaan air bersih merupakan masalah global yang diperburuk karena kondisi ekstrem akibat pandemi ini.

Bagaimana COVID-19 memperburuk masalah air bersih

Selama pandemi ini berlangsung, berbagai kota di negara-negara berkembang menghadapi masalah kelangkaan air bersih, terutama di kawasan kumuh, pinggiran kota, dan kamp-kamp pengungsi.

Negara-negara di Afrika dan Asia Selatan, tempat dimana 85% dari populasi manusia tinggal, sedang menghadapi kesulitan yang besar dalam mengakses air bersih yang dapat diminum.

Tetapi, masalah ini tidak hanya dialami negara-negara berkembang. Negara-negara maju pun mengalami masalah serupa. Sejak terjadinya krisis air di Flint di Amerika Serikat pada tahun 2014 dan krisis air di Walkerton, Kanada pada tahun 2000, yang berdampak buruk pada kesehatan orang banyak, penduduk dari kedua negara ini pun menggunakan sistem point-of-treatment di masing-masing rumah mereka untuk membersihkan air. Mereka pun memilih untuk membeli air kemasan karena air kemasan dianggap lebih bersih dan aman.

Namun, dampak finansial akibat adanya lockdown dan meningkatnya angka pengangguran menjadi pemicu masalah baru pada banyak rumah tangga, karena mereka perlu mengeluarkan uang lebih agar dapat mengakses air bersih. Bahkan banyak orang yang kesulitan untuk membayar tagihan utilitas mereka, termasuk tagihan air.

Di Amerika Serikat, sekitar 57 juta orang di berbagai negara bagian dapat tetap mengakses air bersih, walaupun mereka tidak dapat membayar tagihannya. Namun, pada saat ini, masih banyak juga orang-orang miskin dan kurang beruntung yang tidak dapat mengakses berbagai layanan air, karena mereka telah mengalami kesulitan ini bahkan sejak sebelum adanya pandemi.

Di Uni Eropa, hampir semua negara anggotanya perlu menambah lebih dari 25% pengeluaran air dan sanitasi mereka setinggi 25% untuk memenuhi EU Drinking Water and Urban Wastewater Treatment Directives, atau arahan mengenai air minum dan pengolahan air limbah kota yang dikeluarkan oleh Uni Eropa. Hal ini tentunya berkontribusi dalam upaya memenuhi SDGs. Namun, pada masa penuh ketidakpastian seperti saat ini, Uni Eropa juga perlu memikirkan kembali tentang bagaimana cara agar negara-negara anggotanya dapat mencapai tujuan-tujuan mereka dengan sumber daya finansial yang terbatas.

Pandemi ini telah memperburuk kondisi kehidupan dan kesehatan orang banyak, baik di negara maju dan negara berkembang, dan hingga saat ini, masih belum jelas kapan situasi ini akan membaik. Bahkan, di negara kaya seperti Amerika Serikat setidaknya 2 juta orang masih belum dapat mengakses air keran.

Perlunya kepemimpinan


Baca juga: How to make water issues matter to world leaders


Sejak akhir tahun 1970an, PBB telah melakukan upaya advokasi untuk meningkatkan sumber air. Namun, istilah ini tidak selalu memiliki arti air bersih, walaupun organisasi-organisasi di bawah naungan PBB menggunakan kedua istilah ini secara bergantian.

Sejak pandemi COVID-19, perhatian dunia telah terpusat pada perlunya air bersih untuk mencuci tangan, minum, dan untuk kebersihan pribadi. Maka, mulai saat ini, para pemimpin politik harus juga memperhatikan kualitas air, bukan hanya kuantitasnya saja. Hal ini tugas yang berat bagi negara maju maupun berkembang, karena negara perlu mendapatkan kembali kepercayaan rakyatnya akan bersihnya air yang mereka peroleh untuk dikonsumsi atau untuk kebersihan pribadi. Hampir seluruh negara di dunia pernah mengalami masalah atau krisis pengelolaan air di masa lampau.

Dunia membutuhkan kepemimpinan, kebijakan yang berkelanjutan, sistem hukum, peraturan serta lembaga-lembaga yang kuat yang kuat serta layanan yang dapat diandalkan pada keadaan apapun.

Tidak adanya kepemimpinan politik yang baik di hampir semua negara di dunia, baik maju maupun berkembang, akan memperburuk masalah yang akan timbul dari kejadian yang sudah diprediksi–seperti perubahan iklim–maupun tidak terduga–seperti COVID-19 –dalam beberapa dekade ke depan.

Air mempengaruhi seluruh aspek kehidupan, ekonomi, dan ekosistem. Seperti yang pernah ditulis oleh seorang penyair asal Inggris-Amerika, W. H. Auden: “Banyak orang dapat hidup tanpa adanya cinta, namun tidak orang yang dapat hidup tanpa adanya air.”


Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris oleh Diva Tasya Belinda Rauf.

https://theconversation.com/


Senin, 08 Oktober 2018

6 Hal yang Terjadi Jika Tidak Cukup Minum Air

6 Hal yang Terjadi Jika Tidak Cukup Minum Air



Banyak penelitian yang mengatakan bahwa kita harus minum air sedikitnya 8 gelas sehari. Mungkin anda masih bertanya-tanya, apakah dengan minum sebanyak itu sepadan dengan seringnya kita ke kamar mandi? Jawabannya, sangat sepadan. Berikut adalah 6 hal yang terjadi jika anda tidak cukup minum air:
1. Anda akan memiliki gangguan kesehatan
2. Metabolisme anda akan terhambat

Asupan air yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan turunnya kemungkinan batu ginjal, kanker saluran kemih dan usus besar juga serangan jantung.
Dalam studi independen pada bukunya yang berjudul The Water Secret (Wiley) tahun 2010, Dr. Howard Murad menemukan bahwa tingkat metabolisme basal seseorang (kalori yang dibakar saat istirahat) akan semakin cepat ketika tubuh menjadi lebih terhidrasi.
3. Anda akan berfikir lebih keras untuk menyelesaikan tugas yang sama
Di Institute of Psychiatry di King’s College London tahun 2011, para ilmuwan menemukan bahwa otak remaja yang dehidrasi dapat menyusut dari tengkorak mereka dan ketika diminta untuk memainkan permainan pemecahan masalah, mereka tampil sama baiknya namun permainan ini lebih banyak melibatkan otak mereka untuk melakukannya. (Minum air mengembalikan otak ke ukuran normal)
4. Anda akan makan lebih banyak
Sebuah studi pada tahun 2010 dari 45 orang dewasa oleh Institut Kesehatan Masyarakat dan Penelitian Air menemukan bahwa mereka yang minum dua gelas air setiap sebelum makan mengkonsumsi 75 hingga 90 kalori lebih sedikit saat makan. Setelah lebih dari tiga bulan, peminum air tersebut kehilangan rata-rata 2 kg lebih dari diet yang kering
5. Keriput akan lebih terlihat
Peneliti juga menemukan bahwa air dapat membuat kulit lebih kenyal, mengisi garis-garis halus dan keriput, juga melembutkan kulit yang kusam
6. Anda akan mengalami suasana hati yang tidak menyenangkan
Peneliti di Massachusettes meminta anggota tim pria dan wanita untuk melakukan latihan aerobik selama 60 hingga 75 menit tanpa minum cukup air terlebih dahulu. Hasilnya, tim yang terhidrasi dengan baik dapat menyelesaikan aerobic dengan tenang namun kelompok dehidrasi lebih cenderung melaporkan rasa lelah, bingung, marah, depresi, atau tegang.
Nah, tentu anda tidak mau mengalami 6 hal diatas hanya karena kekurangan minum air bukan? kini saatnya anda mulai fokus untuk minum air dengan teratur. Jika anda masih menggunakan air masak untuk diminum, pastikan air yang ada di rumah adalah air yang bersih dan sehat melalui material saluran air yang terbaik dan terbukti kekuatannya, seperti pipa dan material sambungannya.
dikutip dari laman : www.rucika.co.id


Jumat, 25 Mei 2018

FILTER PENYARINGAN AIR KERUH BEKAS SAWAH

FILTER PENYARINGAN AIR KERUH BEKAS SAWAH


Daerah perumahan biasanya menggunakan lahan pekarangan atau membuka lahan dari sawah yang dijual pemiliknya kepada pengembang perumahan.
Para pengembang kemudian membangun lahan sawah tersebut melelui proses pengeringan terlebih dahulu, kemudian baru proses pembangunan sampai selesai.
Pengembang perumahan memberikan fasilitas sumur tanah dan hanya sebatas keluar airnya. Banyak pembeli rumah yang sangat memperhatikan kualitas dai air yang dileluarkan sumur tersebut.

Lahan perumahan yang digunakan semula dari lahan persawahan pasti terdapat permasalahan di air sumurnya. Hal ini terjadi karena pada saat lahan sawah aktif digunakan pertanian, maka tidak dapat dipungkiri para petani menggunakan pupuk untuk menyuburkan tanahnya dan obat-obat pertanian untuk menyehatkan tanaman yang sedang diproduksi oleh petani. Penggunaan pupuk untuk menyburkan tanah bisa dari pupuk kandang (organik) ataupun penggunaan pupuk dari bahan kimia. 

Pengguanaan pupuk dari kimia ( Urea, NPK, pestisida, dll) adalah penyumbang salah satu penyebab dominan rusakanya atau turunnya kualitas air didalamnya disamping hal - hal lainnya. Kondisi ini dapat dilihat dengan mata telanjang berupa warna air kuning (ada gumpalan seperti lendir), keruh, berbau seperti tanah sehingga ketika akan dikonsumsi menjadi ragu - ragu dan jijik.
Untuk mengatasi hal tersebut diatas, diperlukan serangkaian filter untuk menyaring kotoran yang ada dalam air. Penggunaan aplikasi bak saring berjenjang bisa dipakai untuk penyaringan sederhana terbuat dari bak-bak semen yang pemasangannya pada galian tanah sedalam 1 meter atau 0,5 meter. Bak-bak tersebut terdiri dari 3 atau 4 tahap. Adapun tahapannya adalah : 
Bak 1 : diisi dengan batuan kars zeolit
Bak 2 : diisi dengan batuan dengan diameter lebih kecil dari isi bak sebelumnya
Bak 3 : diisi dengan ijuk atau sejenisnya
dari serangkaian langkah diatas adalah untuk menyaring sedimen yang terlarut dalam air, seperti tanah, pasir, lumpur, dan lain sebagainya. (kondisi fisik)

Perlakuan lainnya (kondisi kimiawi) seperti menghilangkan bau / rasa / warna bisa menggunakan Carbon aktif, pasir aktif. Untuk mengetahui kandungan apa yang ada didalam air tentu saja harus dengan penelitian di labortorium penguji kualitas air. Anda bisa datang ke labortorium pemerintah seperti BTKL, Puskesmas dan instansi lainnya seperti Universitas, Lembaga pendidikan dengan jurusan tehnik lingkungan. Setelah mengetahui hasil dari laboratorium baru bisa menentukan obat atau media filter yang akan digunakan untuk mengurani atau menghilangkan masalah yang timbul dari air.

Untuk menaruh media filter supaya praktis bisa menggunakan tabung media. Tabung media ini bisa terbuat dari besi, fiber plastik, PVC. 

Tabung-tabung ini bisa anda dapatkan di konsultan bidang penjernihan air di kota anda atau klik disini.
Anda bisa memasang sendiri atau dipasangkan dengan arahan dari konsultan tersebut. 

Cara memilih tabung yang sesuai dengan kapasitas dan harga terdapat ukuran dan jenis yang digunakan, misalnya untuk menyaring air bermasalah di sumur di area perumahan. Pilih dengan kapasitas sesuai kebutuhan sehari konsumsi air. Biasanya penggunaan / konsumsi air rumah tangga 1000 liter per hari, anda bisa memekai ukuran tabung 1054 ( diameter 10 inci, tinggi 54 inci) dengan melihat acuan dari hasil uji di laboratorium, dapat diketehui masalah yang ada, misalkan air berwarna kuning hal ini di hasil uji laboratorium tertulis Fe* (zat besi) melebihi ambang batas normal. Dari acuan tadi bisa didapatkan obat / media filter yang digunakan dan diisikan kedalam tabung yaitu Carbon aktif. Setelah terisi bisa anda letakan tabung dekat pompa sumur dengan skema seperti ini. 
 skema dasar filter air rumah

Peletakan tabung bisa didekat sumur dan pompa atau di atas dekat dengan tandon penampungan baik diatas atap ataupun dibawah.  gambar filter tabung 1054

Perlu diperhatikan pula setiap 3 hari sekali dilakukan perawatan dengan mencuci balik (backwash) media filter. Hal ini dilakukan supaya endapan kotoran yang menumpuk didalam tabung keluar sehingga tidak menyumbat aliran / debit air yang dihasilkan. 

Demikian sekilas pandangan kondisi air di area prumahan dengan lahan bekas sawah dan sedikit solusi untuk mengatasi permasalahan yang biasa dihadapi di sana. 

Selanjutnya akan saya bahas tentang kondisi air dilihat secara bakteriologi. Sekian semoga bermanfaat. Apabila ada pertanyaan dapat langsung menghubungi saya di WA atau dengan klik LANGGANAN dan mengisi alamat email anda di atas. Terimakasih dan SALAM

Senin, 07 Mei 2018

SEJARAH REVERSE OSMOSIS

SEJARAH REVERSE OSMOSIS


 REVOLUSI PENJERNIHAN AIR
Teknologi penjernihan air yang umum dikenal sejak lama antara lain adalah : Disinfektansi (dimasak, Chlorinisasi, Ozonisasi, Sinar Ultra Violet), Destilasi, Mikrofiltrasi, dan Filterisasi (Activated Alumina, Activated Carbon, Anion & Cation Exchange).
Metoda Reverse Osmosis (RO) dikembangkan sejak tahun 1950an dalam rangka mencari metoda yang ekonomis untuk desalinasi air laut. Metoda ini yang juga dikenal sebagai “hyperfiltration”  ini kemudian terus dikembangkan untuk membuang hampir semua kontaminan dari air yang akan diolah.
Teknologi ini dipakai pada pesawat ruang angkasa, perlengkapan perang negara-negara maju, penyediaan air pada bencana alam, dan lain-lain.
Reverse Osmosis mampu untuk menyingkirkan beragam kontaminan aestetik yang menimbulkan rasa yang tidak sedap, warna, dan problim bau seperti rasa asin atau rasa soda yang disebabkan oleh chlorides atau sulfat.
Unit RO secara efektif mampu menyingkirkan semua jenis bakteri dan virus. Besarnya pori dari membran RO mencapai 0.0001 Mikron (ukuran bakteria 0.2 sampai 1 Mikron, dan virus antara 0.02 sampai 0,4 Mikron).
Unit RO mampu untuk menyingkirkan sebagian besar bahan kimia non organik seperti garam, metal, dan mineral.
RO  efektif untuk menyingkirkan kontaminan yang menyangkut kesehatan seperti arsenic, asbestos, atrazine (herbisida/pesticida), fluoride, lead, mercury, nitrate, dan radium, dan lain-lain.
Dengan kemampuannya tersebut, Reverse Osmosis merupakan teknologi pengolahan air yang sangat umum digunakan guna menghasilkan air yang berkualitas tinggi.
Proses Reverse Osmosis dilakukan dengan memberi tekanan tinggi pada air yang dialirkan melalui membran semi permeable dimana pemisahan ion terjadi. Dengan pemisahan ion, molekul air membentuk barier yang memungkinkan molekul air lainnya untuk liwat dan menghalangi liwatnya hampir semua kontaminan. Tingkat penolakan kontaminan ini berkisar antara 85-95% yang tergantung pada kualitas awal dari air yang diolah.
Dari beragam teknologi penjernihan air minum diatas dapatlah disimpulkan  bahwa banyak teknologi dan metoda yang efektif untuk menyingkirkan sejumlah kontaminan, tapi tidak ada teknologi tunggal yang dapat menyingkirkan semua kontaminan.
Teknologi yang spesifik atau kombinasi dari beberapa teknologi biasanya digunakan untuk mengatasi tuntutan permasalahan kualitas air baku yang akan diproses  menjadi air minum.
Dengan kombinasi teknologi ini  proses penjernihan akan dilakukan melalui beberapa tahapan (multi-staging).
Setiap tahapan berfungsi guna membuang kontaminan tertentu.
Teknologi yang digunakan pada setiap tahapan, serta jumlah tahapan akan menentukan kualitas air yang dihasilkan.
Teknologi Reverse Osmosis ini dapat diterapkan pada berbagai skala penggunaan yang dibutuhkan seperti untuk skala perkotaan, industri, maupun rumah tangga.
 Untuk alat penjernih berskala kecil/sedang, teknologi yang digunanakan pada umumnya adalah gabungan dari metoda Reverse Osmosis digabung dengan penggunaan beragam Filter, dan Sinar Ultraviolet.
Alat dengan skala ini didesain untuk penggunaan antara lain di  rumah tangga, apartment,kantor, klinik, rumah sakit, laboratorium, sekolah, restoran, mess, proyek, fabrik, hatchery, workshop, rekreasi, bencana alam, dan lain-lain.
Alat didesain secara ringkas (compact), pengoperasian dan permeliharaan yang mudah (user friendly) dengan beragam model  yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan penempatannya.
Secara umum dimensi alat berkisar disekitar angka 40cm (lebar) x 50 cm (tinggi) x 20 cm (tebal).
Output alat  dapat disesuaikan berdasarkan  Membran RO yang digunakan, seperti 50GPD, 80GPD, dan 100GPD, atau 200GPD  (GPD =Gallon Per Day). 
Segera infestasikan mesin RO di rumah anda demi merawat organ tubuh anda dan kesehatan anda.

MESIN RO KAPASITAS BESAR
Instalasi air seperti PAM pada hakekatnya adalah instalasi berskala besar, dengan output besar yang kemudian didistribusikan ke rumah-rumah, kantor, dan lain sebagainya.
Dibandingkan dengan instalasi PAM tersebut, ataupun Air Kemasan dan Air Isi Ulang, alat  penjernih air berskala kecil/sedang ini  justru memberikan alternatif bagi rumah-rumah, kantor, dan lain sebagainya tersebut untuk dapat memiliki sendiri unit instalasi atau “pabrik” air minum  yang handal dengan output yang dapat disesuaikan dengan kebutuhannya masing-masing.
Untuk kebutuhan yang lebih besar biasanya untuk memenuhi kebutuhan Rumah Sakit (mencuci alat-alat operasi, cuci darah, dsb), Restaurant (membuat bahan makanan supaya tahan lama dan kekuatan rasa), Perusahaan air minum (gelas, botol, galon), dan masih banyak kegunaan lainnya dengan menggunakan bahan air RO ini. 
 www.toko-filter.com
mesin RO kapasitas 4000 liter/hari
Mesin RO kapasitas besar mengikuti kebutuhan masing-masing jenis usaha, mereka biasanya dapat menghubungi konsultan bidang air minum / air bersih. konsultan akan membikinkan mesin sesuai kebutuhan dengan teknologi tepat guna dan kapasitas yang sesuai dengan keinginan kliennya.
jika anda beminat dapat menghubungi konsultan anda yang dapat dipercaya dan dapat menjelaskan kebutuhan anda dimana saja akan dipasang (seluruh nusantara)

Demikian tulisan edisi Mei 2018, semoga bermanfaat. Selamat Berinfestasi
TERIMA KASIH, MATUR NUWUN


Rabu, 25 April 2018

PUSAT FILTER AIR

Kami melayani pemasangan filter dengan berbagai masalah yang begitu beragam.
Untuk keperluan sendiri maupun komersial. Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) dsb.
Didukung dengan analisa mendalam untuk mengatasi masalah yang dihadapi konsumen.
Kami adalah Toko Kita - Pusat Filter Air
Langsung saja hubungi kami untuk masalah harga, produk dsb. di nomer kami. Cukup tekan teks berikut Phone / Whatsapps / SMS. Dan Anda akan segera terhubung dengan kami.

Phone / Whatsapps / SMS
Call: 081227111094


ALAMAT KAMI :
KANTOR PUSAT : CV. KARYA TIMUR NUSANTARA
MOJO SQUQRE JL.KYAI MOJO NO.35 TEGALREJO YOGYAKARTA
Call Us: 081227111094

KANTOR CABANG : TOKO KITA WATER TREATMENT
Jl. Wakhid Hasyim No.24 Sungguminasa Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan

Siap melayani filter air jogja, spare part filter air, spare part depot air minum isi ulang, galon air dsb.

Toko Kita / CV. Karya Timur Nusantara

Adalah toko alat filter air yang lengkap. Menyediakan semua kebutuhan alat-alat untuk air bersih. Siap melayani pembuatan depot Air Minum Isi Ulang dengan harga bersaing..

Kami sediakan sparepart filter air yang Anda butuhkan seperti post carbon filter, tabung frp 1054, ro post carbon filter, membran ro, aqua pura filter, cto carbon block filter, post carbon filter reverse osmosis, membran ro, cto carbon block, filmtec membran 100 gpd, bio ceramic filter, hm tds meter, tabung saringan air, air filter cartridge, ro booster pump, tabung penyaring air, selang ¼, reverse osmosis flow meter, calcite filter, harga mesin ro, bio ceramic water filter, kemflo ro pump.


HATI - HATI PENIPUAN ! MENGATAS NAMAKAN KAMI DALAM MODUS PEMBUATAN DEPOT.
Kami selalu membekali petugas dengan SURAT TUGAS dan Seragam dalam kunjungan ke konsumen.

Dapatkan Update Dan Promo

Nama

Email *

Pesan *